Auguste Comte (Nama panjang: Isidore Marie Auguste François Xavier Comte; lahir di Montpellier, Perancis, 17 Januari 1798 – meninggal di Paris, Perancis, 5 September 1857 pada umur 59 tahun), adalah seorang bapak sosiologi yang mempunyai penalaran kritis dan pembaca buku yang kritis. Comte semakin berkembang ketika menjadi mjrid dan sekertaris filsuf Perancis, Claude Henri de Rouvroy. Comte mengalami sakit jiwa, sakiot hati karena cintanya ditolak, frustasi, dan hampir gantung diri yang kemudian ia menikahi seorang pelacur Caroline Massin. Setelah 16 tahun menikah, mereka bercerai karena Caroline tidak kuat dengan sikap Comte yg arogan dan kehidupan ekonominya yang bisa dibilang susah. Ternyata Comte dulunya adalah seorang petinju, yang apabila diskusi telah selesai, dia marah-marah dan tidak segan-segan memukul lawan bicaranya
Tahun 1930-1942 Comnte menulis beberapa jilid istilah sosiologi, diantaranya nama Sosiologi itu sebelumnya adalah Fisika Sosial.
Kemudian Comte bertemu dengan Clauride de Flau dan mereka menjalin hubungan mesra. Comte jatuh cinta padanya, tetapi Clauride tidak merasakan hal yang sama, ia justru hanya menganggap Comte sebagai temannya. Ketika Clauride meninggal, Comte frustasi dan mengabaadikan sebuah buku terakhir untuk dia. Ternyata buku terakhir Comte mendapat banyak kritik, karena dia menganggap dirinya sebagai imam agung/ nabi. Dia tidak percaya dengan adanya agama katholik, islam, kristen protestan, hindu, buddha dan agama lainnya. Dia merasa bahwa Tuhan itu tidak pernah adil, dia tidak pernah ada. dia selalu menyuruh kita untuk berbuat kebaikan, tetapi dia sendiri tidak nyata. Kemudian Comte mengajukan agama humanitas.
ada 2 konsep sosiologi menurut Comte:
1. statika sosial : masyarakat yang diinginkan Comte
2. dinamika sosial : bagaimana masyarakat melakukan perubahan yang selalu berdinamis.
perbedaan : bagaimana cara masyarakat bertahan.
"sosiologi tidak pernah bisa jadi hukum, karena masyarakat selalu berubah"
POSITIVISME COMTE
Comte berkontribusi besar terhadap ilmu sosial dalam metode ilmiah yaitu Aliran Positivisme.
1. Aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktivitas yang berkenaan sengan metafisik.
2. Tidak mengenal adanya spekulasi. Didasarkan pada data empiris..
*spekulasi : berargumen tanpa sumber
3. Menolak segala spekulasi teoritis (pemerkosaan teori ) yang akan mengakibatkan terjadinya disorsi ilmu pengetahuan / salah penafsiran.
4. Menolak adanya pemikiran silogisme.
contoh : premis A : pengikut marx, adalah atheis
premis B : budi adalah pengikut Marx.
kesimpulan : budi adalah atheis
Dalam metode positivisme, ada 4 cara pengumpulan data dan proses berfikir :
1. observasi : mengetahui secara langsung di TKP
2. eksperimen : melakukan / menguji coba secara nyata.
3. komparasi : membandingkan untuk memperkaya wawasan.
4. analisis historis : kita harus tahu akar sejarahnya terlebih dahulu.
Masyarakat berubah melalui 3 tahap :
Hukum 3 Tahap (the law of the three stages):
1. Tahap Teologis : tahap yang masih mempercayai adanya roh-roh, bahwa masyarakat dunia ditentukan
oleh Tuhan
a. Tahap Tetisisme : (animisme dan dinamisme) munculnya agama tottem. contoh : "budi lahir ketika ada
kucing hitam masuk ke dalam rumahnya. tottem keluarga budi adalah kucing hitam, kemudian mereka
menyembah kucing hitam".
Agama tottem masih ada sampai saat ini di Indonesia Timur, di Mentawai.
b. Politeisme : Tahap dimana mempercayai banyak Tuhan, adanya dewa dan dewi yang biasanya hidup
di dalam agama Hindu.
c. Monoteisme : konsep percaya satu Tuhan.
2. Metafisik : Kekuatan gaib yang dipercaya manusia sebagai pemberi kekuatan dan marabahaya
3. Positivisme : masyarakat yang ideal.
sekian ilmu hari ini yang bisa di share, apabila ada kekurangan mohon dimaklumi ya.. kita kan sama-sama belajar.. terima kasih :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar