Selasa, 18 Maret 2014

mana yang utama? ber-etika atau ber-ilmu?

Sebenernya ini negeri kita tercinta mau jadi apasih ke depannya???
anak SD udah berani nyoba-nyoba ngerokok, nonton video porno, anak SMP uda jago banget nge-upload praktek kumpul kebo ke youtube dari youtube dan untuk youtube (dari oleh untuk), anak SMA yang namanya megang rokok, tawuran, bolos sekolah, urakan, udah dianggep biasa, sampe akhir-akhir ini ada kasus-kasus remaja tentang pembunuhan...... hiiiiii.. itu etikanya dimana?
siswa-siswi protes sekolah lama-lama selama 3 taun, tapi cuman ditentuin sama UN 3 hari??? akhirnya mereka usaha sana sini buat dapet bocoran jawaban, entah berapa ratus ribu sampe jutaan mereka keluarin demi 'kelulusan'. yang dikejar bukan 'ber-ilmu'nya, tapi 'ber-nilai'nya usaha mereka.
Ya terus ini Indonesia mau kayak gimana lagi ke depannya? masa depan ada ditangan generasi kita? masa depan yang kayak gimana? ini apa coba yang salah?

Kalo menurut gue pribadi sih yang namanya manusia emang gak ada yang bodoh, toh pas lahir kan emang belum bisa dan belum punya apa-apa. ya cuman setiap orang itu punya standar potensinya masing-masing. terus semuanya harus ikut matokin sama yang namanya KKM? ah! dan payahnya kita, kenapa setiap kita tau ada orang yang ga cepet nalar di bidang akademis dibilang 'bodoh'? 'bego'?
what the.........................
menurut gue pribadi, kita tuh punya 2 macem kategori :
1. manusia yang yg punya semangat dan keyakinan tinggi sehinnga dia bisa nerima proses belajar dengan baik, dan masuk kategori 'pinter'/ 'pandai' lah di mata sekitarnya.. (cepet nalar)
2. ada juga manusia yang butuh proses, ga secepet si kategori yang pertama (penalaran berproses)

tapi apa yang dibutuhin cuman pinter aja? ber-ilmu aja?
coba deh kita liat, manusia bisa dengan mudah menjadi manusia yang 'ber-ilmu' tapi ga mudah manusia yang 'ber-ilmu' itu juga 'ber-etika'
andai aja Indonesia itu lebih mengutamakan manusia yang 'ber-etika' kemudian 'ber-ilmu'.
bukan 'ber-ilmu' dulu baru 'ber-etika'
oke orang-orang indonesia itu 'ber-ilmu' tapi apa yakin ilmu itu bisa bermanfaat?
mereka yang berpendidikan tinggi, ber-ilmu sampai bisa mencapai kedudukan tinggi, berbalut jas nan mewah, lalu setelah itu kemana?  ke sel? ya karna ilmunya tidak dibarengi dengan etika. apa itu tujuan dari ber-ilmu? lalu dimana letak etikanya?
andai orang-orang indonesia itu 'ber-etika' dulu, tau dulu dasar-dasar bersikap yang baik, kemudian dia 'ber-ilmu'
so, kalian setuju 'ber-ilmu' kemudian 'ber-etika' atau 'ber-etika' lalu 'ber-ilmu'???????????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar