Rabu, 30 April 2014

Ternyata kita hanya sebatas ‘sahabat’…



Perkenalan kita terjadi karena waktu yang mempertemukan. Sudah seharusnya aku mengenali semua teman kelasku, termasuk kamu. Seiring berjalannya waktu, tanpa kita sadari semakin hari kita semakin dekat. Kemanapun aku pergi, kamu ada. Kemanapun kamu pergi, akupun ada. Aku fikir… ini hanya sebuah pertemanan yang sangat langka. Tidak hanya kita berdua, masih ada dua perempuan lagi disana. Satu orang laki-laki dengan tiga orang perempuan.. itulah kita. Kemanapun perginya, pasti kita berempat selalu ada. Hal apapun yang dirasa sangat berat untuk diungkapkan, didepan kalianlah aku bisa mengungkapkannya. Segala resah hilang rasanya ketika didekat kalian. Satu lelaki, dialah yang paling tampan diantara kita berempat. Jelas, dia satu-satunya lelaki diantara kita. Hal-hal konyol selalu kita lakukan, tertawa sepanjang hari yang selalu kita rasakan. Saat itu, sepertinya persahabatan ini sangat indah….
Tetapi suatu ketika aku merasakan hal yang beda. aku mulai salah menerjemahkan semua perhatian dan perlakuan sahabat tertampanku itu. Sepertinya aku punya perasaan lain,  entah apa yang aku fikirkan sebelumnya. Akhirnya aku menceritakan ini kepada sahabat perempuanku yang lain, dan diapun merasakan hal yang sama denganku. Kami berdua sangat bingung, mengapa persahabatan ini berubah arti. Mungkin karena  sahabat tertsmpsnku ini asyik dan mudah membuat orang nyaman..Lalu teman perempuanku  yang terakhir memberikan masukan agar semua perasaan yang kami berdua rasakan dihilangkan, karena takut persahabatan ini akan hancur. Kemudian kami mendengarkan masukannya. Beberapa minggu terlewati, ternyata kami berdua mendapat kabar bahwa sahabat tertampanku itu menjalin hubungan dengan sahabat perempuanku tadi. Iya, sahabat perempuanku yang dulu sempat memberikan saran itu. Saran, agar perasaan ini dihilangkan, tapi ternyata apa? Justru dialah yang mengambil sahabat tertampanku itu. Entah main belakang, teman makan teman, atau sebutan-sebutan yang lainnya.. pada saat itu, kita berempat terbagi dua, berjauhan, berjarak, seperti tak mengenali satu sama lain.
Dua minggu terlewat sudah, terdengar kabar bahwa mereka berdua sudah tidak lagi bersama, tapi masih tetap bersama dalam kata persahabatan. Akhirnya kita berempat kembali menjadi kita berempat yang dulu ada.
“Sahabat tertampanku, ternyata kita hanya sebatas ‘sahabat’,ya…”


Perkenalan kita terjadi karena waktu yang mempertemukan. Sudah seharusnya aku mengenali semua teman kelasku, termasuk kamu. Seiring berjalannya waktu, tanpa kita sadari semakin hari kita semakin dekat. Kemanapun aku pergi, kamu ada. Kemanapun kamu pergi, akupun ada. Aku fikir… ini hanya sebuah pertemanan yang sangat langka. Tidak hanya kita berdua, masih ada dua perempuan lagi disana. Satu orang laki-laki dengan tiga orang perempuan.. itulah kita. Kemanapun perginya, pasti kita berempat selalu ada. Hal apapun yang dirasa sangat berat untuk diungkapkan, didepan kalianlah aku bisa mengungkapkannya. Segala resah hilang rasanya ketika didekat kalian. Satu lelaki, dialah yang paling tampan diantara kita berempat. Jelas, dia satu-satunya lelaki diantara kita. Hal-hal konyol selalu kita lakukan, tertawa sepanjang hari yang selalu kita rasakan. Saat itu, sepertinya persahabatan ini sangat indah….
Tetapi suatu ketika aku merasakan hal yang beda. aku mulai salah menerjemahkan semua perhatian dan perlakuan sahabat tertampanku itu. Sepertinya aku punya perasaan lain,  entah apa yang aku fikirkan sebelumnya. Akhirnya aku menceritakan ini kepada sahabat perempuanku yang lain, dan diapun merasakan hal yang sama denganku. Kami berdua sangat bingung, mengapa persahabatan ini berubah arti. Mungkin karena  sahabat tertsmpsnku ini asyik dan mudah membuat orang nyaman..Lalu teman perempuanku  yang terakhir memberikan masukan agar semua perasaan yang kami berdua rasakan dihilangkan, karena takut persahabatan ini akan hancur. Kemudian kami mendengarkan masukannya. Beberapa minggu terlewati, ternyata kami berdua mendapat kabar bahwa sahabat tertampanku itu menjalin hubungan dengan sahabat perempuanku tadi. Iya, sahabat perempuanku yang dulu sempat memberikan saran itu. Saran, agar perasaan ini dihilangkan, tapi ternyata apa? Justru dialah yang mengambil sahabat tertampanku itu. Entah main belakang, teman makan teman, atau sebutan-sebutan yang lainnya.. pada saat itu, kita berempat terbagi dua, berjauhan, berjarak, seperti tak mengenali satu sama lain.
Dua minggu terlewat sudah, terdengar kabar bahwa mereka berdua sudah tidak lagi bersama, tapi masih tetap bersama dalam kata persahabatan. Akhirnya kita berempat kembali menjadi kita berempat yang dulu ada.
“Sahabat tertampanku, ternyata kita hanya sebatas ‘sahabat’,ya…”

Sabtu, 26 April 2014

nano-nano.

sadar nggak sih? apa yang kita rasa, seneng/sedih, itu kita yang milih, kita yang nentuin, ada ditangan kita....tapi terkadang justru kita yang nyalahin kondisi ini, kita malah nyalahin orang lain.
emang susah sih ya nutupin semua rasa sedih, kesel, maupun seneng.. susah. susah ngebohongin perasaan sendiri? iya. sangat. susah.
tapi seenggaknya, kita harus bisa batasin, kita harus punya tempat privasi dimana cuman kita yang tau kondisi dan perasaan kita;'''')

-ketika kita adalah lelaki.... disaat kita care dan ngerasa nyaman sm seseorang, alhasil pasti bisa langsung diungkapkan... karena lelaki yang memang seharusnya dan sudah biasa memulai semuanya. jujur...
ketika ditengah perjalanan, yakin. sebuah hubungan itu akan semakin terlihat patahnya. ini semua pasti akan terjadi, seberapa kuat kita mempertahankan semuanya? seberapa tahan? seberapa sabar?  bahkan ada ungkapan.. "seorang lelaki yang pernah meneteskan air mata demi seorang perempuan, tandanya lelaki itu benar-benar sayang" semuanya ada ditangan keduanya.. seberapa besar kita bisa meyakininya untuk terus bertahan.... kemudian patahan ini pasti akan kokoh kembali..
tetapi ketika kita merasa lelah, bosan, jenuh katanya....
"buat apa kita lanjutin lagi hubungan ini? percuma. daripada kedepannya tidak baik, lebih baik hari ini kita akhiri." jika ada diantara keduanya egois seperti itu, bukan kedewasaan yang muncul.
beri waktu jeda sebulan/dua bulan...dalam berhubunganpun pasti ada bosennya? iya. memang. tapi ketika merasa bosan, jenuh, atau lelah, bukan berarti harus diakhiri,bukan? daripada menyiksa diri, dan menyesal, lebih baik fikirkan dulu dengan kepala dingin...
ingat, suka duka itu satu paket. apa yang kamu lakukan, kelak akan kamu dapatkan juga kok :")

-ketika kita adalah perempuan... disaat kita merasa nyaman.. apa yang bisa kita lakukan? mengungkapkan semua perasaan kita? yakin? lalu apa kata orang nantinya?
"perempuan itu cuman bisa nunggu" iya. memang banyak yang bilang seperti itu. bingung, apa yang harus dilakukan.. tapi jika kita benar-benar merasa nyaman, tetaplah menjadi kita. jangan ungkapkan apa-apa... berusahalah menjadi penggemar rahasianya, support terus apa yang dia suka. jangan naif, jadi diri sendiri aja di depan dia... katanya juga.... "biarlah waktu yang menjawab, pasti akan lebih indah"
iya. memang...
bisa saja jika kita tetap bertahan seperti ini tanpa ada yang diungkapkan, dia akan tau semuanya..
gue juga lagi diposisi ini nih... yah, untungnya gue nyaman sama orang yg ga peka..  gue  juga gatau lahya knp bisa nyaman sama orang gapeka gitu macem dia.. huahahhaaha~~~~~~~~~~~~~
ya intinya, gue bakal apa adanya diri gue ini.... dan... bisa kali yah gue ikut juga dalam kesibukannya? hmmm walaupun gue gabisa masuk dalam daftar kesibukannya? hahahahaaa~~~~~~~~~~~~~

ternyata bukan cuman permen yang bisa nano-nano.. perasaan kita juga nano-nano rasanya...^^


Jumat, 18 April 2014

KEMISKINAN, BOR~



Pasti tau kan lah ya kemiskinan yang dimaksud dari apanya? Materi. Nah iya…. dan disini gue bakal bahas kemiskinan dari mulai yang apa adanya, sampai yang ada apanya. Akakakakka!
Miskin materi. Itu mah pasti. Rata-rata orang liat dari materinya. Manusiawi, kok. Kalo miskin di desa sih makmur-makmur aja idup lo. Tapi kita bakal omongin kemiskinan di Jakarta. Okesip. Siapa sih yang mau jadi orang miskin? Siapa? Lo mau? Mau lahya… biar banyak dapet bantuan..
Awkwkk kidding! Bingung bgt sumpeh bingung knp masih aja ada orang miskin yang bener-bener terlantar ga dianggep pemerintah! Pehlis lahya boleh-boleh aja ‘ada’ orang miskin, tp y seenggaknya diperhatiin, dikasi jaminan.. oke gue ngerti………… gamungkin kemiskinan ini bisa dihilangin, dikurangin juga….. gamungkin. Ya kalo orang miskin ilang, siapasih yang mau jadi buruh? Pengusaha? Yakin? Wiraswasta? Serius? Yang mau nyapu-ngepel gedung? Bersihin kamer mandi? Dari gedung yang tingginya penge banget nyaingin langit terus turun ke tanah? Emang mau?
Astaga….. prihatin lahya sama sikap orang tinggi di negri ini..
Gue pernah denger cerita temen gue yang katanya sodaranya itu sakit-sakitan.. bukan karna penyakitan, tapi karena kepikiran.. mau tau apa yg dipikirin? Kepo,lu.
‘saking kayanya, saking banyak duitnya, saking gangerti lagi gimana cara ngabisin duit-duitnya, jadi sakit-sakitan..’ anaknya pada jadi kaum sosialita dehya, jadideh gaulnya sama orkay orkay.. sering liburan ke luar negeri, tapi tetep aja duitnya ga abis-abis.. alhasil sakit karna kepikiran..
Bro, buat apa duit melimpah tapi lo nya sakit-sakitan?
Dan kmrn pas mata kuliah pancasila, kelompok yang meneliti ke ‘orang miskin’ presentasi di depan kita-kita, sekaligus ngeliatin video rekaman kondisi keluarga&rumah ‘orang miskin’ tsb. Gausa sebutin namanya, yg lo harus tau, bapak tua renta yg 3 jarinya ilang gara-gara kena gergaji waktu jadi kuli serabutan itu…. Apa lo tega? Dan gue yakin, kasus-kasus macem ini nih masih banyak diluar sana. Cumin karna kita ga tau, ga cari tau, gamau peduli sama lingkungan sekitar, yang bikin kita gamau liat nunduk. Maunya nanggah liat ke atas.. yang kayak begini nih yang harus dirubah-_-
Oks lanjut… Dan keluarganya ga mendapatkan bantuan apapun dari rt-nya! Yg lebih parahnya lagi, mereka juga ga dapet hak buat mengeluarkan suaranya untuk nyoblos. Gapernah nyoblos. Dan…….. ‘saya ga ngerti apa itu pemerintah’ coba kaitin sama kasus diatas si orkay sama keluarga bapak ini. Di satu sisi, si bapak dan keluarganya gatau, dan disisi lain, si rete/ RT ini gamau ngasih tau, gamau ngasih kesempatan keluarga si bapak untuk coba memilih.
Ini sih cumin khayalan tingkat tinggi gue doang ya.. ya tapi.. ‘g ada yg g mungkin di dunia ini kan? Iyakan? Plis bilang iya….. iya yah? Iya donggggg’
Gue pengen deh ada asosiasi, atau apalah itu namanya. Intinya bentuk meng-advokasi rakyat kita yang mengengah bawah sampai orkay. Ya, contohnya :
Orkay manapun yang kelebihan uang, materi, rezeki, bingung mau diapain, dari pada kepikiran dan endingnya penyakitan, mending taro di tempat asosiasi ini, dan disumbangin ke rakyat menengah bawah… nah, yang menengah bawah, coba kasih singkat cerita kehidupannya tanpa mengada-ada. Barter kan? ‘saling’ kan? Enak kan? Enak dongggg…..
Orang yang katanya ‘ada apanya’ pun bisa seolah-olah jadi orang yang ‘apa adanya’ . heran. G ada puasnya. Hufy~~~~~~~~
Yg miskin katih tayang~~~~~~mana suaranya? Yah! Elo ya salah satunya? *depancermin*
Okd y segini ae duls~papaaayyyy….