Rabu, 02 Juli 2014

Cara&Waktu untuk Move on.



Semua orang juga tahu, bahwa yang namanya waktu itu pasti akan terus berjalan tidak akan pernah dan tidak mungkin bisa kita ulang sesuka hati. Kita memang bisa mengingat, dan mengenang suatu waktu tertentu, ya. Tapi tidak bisa untuk diulang kembali. Banyak diantara kita menyesal atas apa yang telah kita lewatkan dihari kemarin, dan tidak jarang kita menyalahkan waktu. Sebenarnya siapa yang salah? Kamu yang telah menyia-nyiakan ‘sesuatu’ waktu kemarin? Atau waktu yang salah telah berjalan cepat tanpa memberitahumu?
Waktu. Kamu jatuh hati selama bertahun-tahun, mengaguminya selama itu, walaupun waktu belum juga mempersatukanmu tapi kamu terus memujanya. Banyak hal yang kamu lakukan untuk membuktikannya, selama itu kamu terus mengejarnya sampai suatu ketika kamu benar-benar lelah dan menyerah. Merasa apa yang kamu lakukan selama ini tidaklah berarti, maksud hati ingin meyakinkannya tetapi harus berhenti, selalu begini. Sehebat dan sejauh apapun kamu menyukai sesuatu, kamu pasti akan berhenti di titik dimana kamu sudah merasa bosan untuk mengejarnya. Selang beberapa waktu setelah kamu berhenti memujanya, datang sosok baru yang menurutmu mudah untuk diraih. Percayalah, saat itu juga kamu akan didatangi olehnya yang dulu pernah kamu puja. Dia-datang-setelah-kamu-berhasil-berhenti-memujanya-dan-berhasil-menemukan-sosok-baru.  ‘Waktu yang akan menjawab semuanya’? Move on butuh waktu? Ya. Berapa lama? Tanyakan dirimu sendiri, itulah jawabannya. Dulu kamu berfikir harus memilikinya, segala cara kamu lakukan. Sekarang, kamu merasa bodoh karena dulu sempat membuang-buang waktu untuk mengejarnya. Dulu, kamu memujinya. Sekarang? Kamu memakinya:] Haruskah selalu seperti itu?
Di sisi lain, kamu mudah jatuh hati dalam waktu singkat. mudah jatuh hati? Apa berarti sudah berhasil move on? Kata siapa? Bagaimana dengan kenangannya? Move on bukan berarti amnesia akan masa lalumu, move on berarti kamu berhasil belajar dari masa lalu, memperbaikinya,  sampai tidak terjadi lagi di masa yang akan datang walaupun belum lupa, bahkan menurutku tidak akan pernah bisa lupa akan kenangannya. Mungkin orangnya bisa kamu lupakan, tapi kenangannya? Percayalah, kamu hanya berpura-pura lupa saja. Menurutku, jangan pernah mau berlama-lama mempertahankan seseorang yang hanya menyiksa batinmu. Ini serius, bukan sekedar candaan. Mungkin detik ini kamu masih bisa senang-senang dengan pasanganmu itu. Kamu masih bisa memaafkan kesalahannya. Kamu masih bisa percaya sepenuh hati padanya. Memang itu semua tidak ada salahnya, namanya juga sayang. ‘Percayalah sampai kamu tahu belangnya’, itu yang harus kamu utamakan. Kamu boleh percaya mati-matian padanya, tapi jika suatu ketika kamu lihat sendiri belangnya, sudahi saja. Percayalah, ini pasti pernah terjadi oleh orang-orang di sekitarmu…. Dan menurutku, kamu tidak perlu menyiksa dirimu sendiri. ‘Jika menyayangimu sama dengan menyakiti diriku sendiri, aku rela terus tersakiti.’ Berapa lama kamu tahan terhadap perkataanmu itu? Memang teori lebih mudah daripada prakteknya, tapi berfikirlah bahwa kamu bisa melakukannya. Mudah jatuh hati, mungkin itu obat penawarnya. Beberapa orang ada yang mudah-jatuh-hati-untuk-mengubur-luka-dihatinya-kemarin. Apa salah? Beberapa orang ada yang cepat-cepat mengubur ingatannya tentang apa yang kemarin membuatnya terluka, lalu membalut lukanya dengan cara jatuh hati lagi. Apa salah? Ada juga beberapa diantaranya yang menutup lukanya dengan menutup diri. Apa salah? Ada beberapa diantaranya langsung muncul dengan pasangan baru-status baru-dengan nama yang baru-yang ternyata hanya untuk menutupi lukanya. Apa salah? Aku juga yakin, kamu punya cara sendiri untuk mengubur dalam-dalam waktu itu. Walau luka itu tidak terlihat sekalipun.
Katanya, ‘orang yang sudah berhasil move on tidak akan bilang bahwa dia sudah move on’. Intinya, ‘jangan-kira-kamu-sudah-berhasil-move-on-jika-kemarin-kamu-lupa-hari ini-kamu-ingat-lalu-besok-lupa lagi’. Move on bukan pura-pura lupa, besok yakin bisa lupa, aku suka lupa, tapi tidak(=ya,) mungkin pernah lupa. (re: ya, mungkin pernah lupa.)
Luka-itu-lukamu-sembuhkan-saja-dengan-caramu:”)

2 komentar: