Semua orang juga tahu, bahwa yang namanya waktu itu pasti
akan terus berjalan tidak akan pernah dan tidak mungkin bisa kita ulang sesuka
hati. Kita memang bisa mengingat, dan mengenang suatu waktu tertentu, ya. Tapi tidak
bisa untuk diulang kembali. Banyak diantara kita menyesal atas apa yang telah
kita lewatkan dihari kemarin, dan tidak jarang kita menyalahkan waktu. Sebenarnya
siapa yang salah? Kamu yang telah menyia-nyiakan ‘sesuatu’ waktu kemarin? Atau waktu
yang salah telah berjalan cepat tanpa memberitahumu?
Waktu. Kamu jatuh hati selama bertahun-tahun, mengaguminya
selama itu, walaupun waktu belum juga mempersatukanmu tapi kamu terus
memujanya. Banyak hal yang kamu lakukan untuk membuktikannya, selama itu kamu
terus mengejarnya sampai suatu ketika kamu benar-benar lelah dan menyerah. Merasa
apa yang kamu lakukan selama ini tidaklah berarti, maksud hati ingin
meyakinkannya tetapi harus berhenti, selalu begini. Sehebat dan sejauh apapun
kamu menyukai sesuatu, kamu pasti akan berhenti di titik dimana kamu sudah
merasa bosan untuk mengejarnya. Selang beberapa waktu setelah kamu berhenti
memujanya, datang sosok baru yang menurutmu mudah untuk diraih. Percayalah,
saat itu juga kamu akan didatangi olehnya yang dulu pernah kamu puja. Dia-datang-setelah-kamu-berhasil-berhenti-memujanya-dan-berhasil-menemukan-sosok-baru. ‘Waktu yang akan menjawab semuanya’? Move on
butuh waktu? Ya. Berapa lama? Tanyakan dirimu sendiri, itulah jawabannya. Dulu kamu
berfikir harus memilikinya, segala cara kamu lakukan. Sekarang, kamu merasa
bodoh karena dulu sempat membuang-buang waktu untuk mengejarnya. Dulu, kamu
memujinya. Sekarang? Kamu memakinya:] Haruskah selalu seperti itu?
Di sisi lain, kamu mudah jatuh hati dalam waktu singkat. mudah
jatuh hati? Apa berarti sudah berhasil move on? Kata siapa? Bagaimana dengan
kenangannya? Move on bukan berarti amnesia akan masa lalumu, move on berarti
kamu berhasil belajar dari masa lalu, memperbaikinya, sampai tidak terjadi lagi di masa yang akan
datang walaupun belum lupa, bahkan menurutku tidak akan pernah bisa lupa akan
kenangannya. Mungkin orangnya bisa kamu lupakan, tapi kenangannya? Percayalah,
kamu hanya berpura-pura lupa saja. Menurutku, jangan pernah mau berlama-lama
mempertahankan seseorang yang hanya menyiksa batinmu. Ini serius, bukan sekedar
candaan. Mungkin detik ini kamu masih bisa senang-senang dengan pasanganmu itu.
Kamu masih bisa memaafkan kesalahannya. Kamu masih bisa percaya sepenuh hati
padanya. Memang itu semua tidak ada salahnya, namanya juga sayang. ‘Percayalah sampai
kamu tahu belangnya’, itu yang harus kamu utamakan. Kamu boleh percaya
mati-matian padanya, tapi jika suatu ketika kamu lihat sendiri belangnya,
sudahi saja. Percayalah, ini pasti pernah terjadi oleh orang-orang di sekitarmu….
Dan menurutku, kamu tidak perlu menyiksa dirimu sendiri. ‘Jika menyayangimu
sama dengan menyakiti diriku sendiri, aku rela terus tersakiti.’ Berapa lama
kamu tahan terhadap perkataanmu itu? Memang teori lebih mudah daripada
prakteknya, tapi berfikirlah bahwa kamu bisa melakukannya. Mudah jatuh hati,
mungkin itu obat penawarnya. Beberapa orang ada yang
mudah-jatuh-hati-untuk-mengubur-luka-dihatinya-kemarin. Apa salah? Beberapa orang
ada yang cepat-cepat mengubur ingatannya tentang apa yang kemarin membuatnya
terluka, lalu membalut lukanya dengan cara jatuh hati lagi. Apa salah? Ada juga
beberapa diantaranya yang menutup lukanya dengan menutup diri. Apa salah? Ada beberapa
diantaranya langsung muncul dengan pasangan baru-status baru-dengan nama yang
baru-yang ternyata hanya untuk menutupi lukanya. Apa salah? Aku juga yakin,
kamu punya cara sendiri untuk mengubur dalam-dalam waktu itu. Walau luka itu
tidak terlihat sekalipun.
Katanya, ‘orang yang sudah berhasil move on tidak akan
bilang bahwa dia sudah move on’. Intinya, ‘jangan-kira-kamu-sudah-berhasil-move-on-jika-kemarin-kamu-lupa-hari
ini-kamu-ingat-lalu-besok-lupa lagi’. Move on bukan pura-pura lupa, besok yakin
bisa lupa, aku suka lupa, tapi tidak(=ya,) mungkin pernah lupa. (re: ya,
mungkin pernah lupa.)
Luka-itu-lukamu-sembuhkan-saja-dengan-caramu:”)
Yang bikin pos kayaknya udah pernah ngalamin.
BalasHapuscuman bisa bilang 'wakaka' aja, de.
BalasHapus