Senin, 10 November 2014

Boleh kok berlebihan, tapi jangan berlebihan



Bingung kan baca judul tulisan diatas? ‘boleh berlebihan, tapi jangan berlebihan’?

Masih tentang perasaan gue, lo, kita, kalian... katanya segala yang berlebihan itu temennya setan, iya. Segala yang berlebihan itu dibenci Allah, iya. Apapun yang berlebihan itu ga baik, iya... Emang. Tapi giniloh, berlebihan yang gue maksud adalah..... 

Lo boleh menyayangi orang yang lo sayangi dan dia juga menyayangi lo. Lo boleh ngelakuin apapun buat dia, apapun. Iya, apapun. Lo boleh ngelakuin apapun buat dia sampai dia mutusin untuk pergi dari hidup lo. Ketika itu, lo harus berhenti ‘ngelakuin apapun’ itu, karena dia uda ga menyayangi lo lagi, meskipun saat itu lo masih menyayangi dia. Jangan tahan dia, biarin dia pergi, let it flow, tutup pintu, dan buka lagi sampai ada yang mau ‘bertamu lagi’ atau bahkan ‘menginap’ di hidup lo.

Lo boleh peluk dia, kapanpun lo mau. Peluk dia, selama apapun. Peluk dia, sampai dia pergi ke pelukan yang lain. Ketika itu, lo harus bisa liat dia pergi ke pelukan yang lain. Lepaskan, relakan, dan ketika itu pasti lo butuh seseorang yang baru, entah itu hanya butuh pundaknya, atau bahkan pelukannya.

Intinya, berlebihan itu ada waktunya, ada saatnya, berlebihan boleh, sepantasnya, sewajarnya, berlebihan itu.... ya, meskipun gabaiklah, ginilah, gitulah, namanya juga manusia.. pasti ada diantara kita yang tetep aja suka berlebihan. Entah itu suka makan berlebihanlah, sampe lo sendiri yang suka berlebihan nanggepin sesuatu awkwkwkwkw... berlebihan boleh, pantes-pantes aja, tapi kl uda ga pantes, kl uda ga pas, kl uda ga sama-sama lagi, gausalah berlebihan. Uda...lupain aja. Gausa berlebihan. Gitu......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar