Pagi ini gue ngerasa bagian tubuh bawah gue dingin, tapi
bagian tubuh atas gue panas. Depan kaca, gue biasa aja gue masih gue yang lebih
suka semua apa adanya.Yep. Akhirnya gue tarik selimut lagi sampe semuanya
sama-sama panas. Gue tertidur singkat kurang lebih beberapa menit.
Dalam tidur,
ada seseorang yang lagi pengen cerita didepan kaca.....
Karena hidup ini bukan tentang aku saja, jadi aku memilih
kamu. Andai menyayangi orang itu mudah. Ternyata sulit. Andai saja semua itu
kamu permudah. Tidak dipersulit.
Jika hidup ini hanya tentang aku saja, mungkin aku tidak
butuh kamu. Aku hanya tinggal mengurusi diri ku sendiri sampai titik yang
membuatku berhenti. Andai kamu tahu, bahkan ketika aku tahu kamu, aku lebih
berani menyakiti diri ku sendiri daripada kamu.
Aku tidak terlalu suka berlari mundur. Apa kamu yakin kamu
ingin mundur?
Lalu jika kamu mundur detik ini juga,
.............................................................
Banyak andai-andai ku lainnya setelah bertemu kamu. Andai,
semua andai ini bisa kita coba bersama. Andai saja...
Tiba-tiba gue kebangun gegara suara burung peliharaan bapak
gue bunyi. Burung jenis.... ituloh yang suka niru omongan orang...
Jadi kalo gue kasih pernyataan ‘aku sayang kamu’ dia bakal
balik bilang ‘aku sayang kamu’. Tapi pas gue kasih pernyataan ‘gue sayang dia’
eh dia malah nanya balik ‘emang dia sayang lo?’ yakan gue emosi. Yauda dah tuh!
niat baik gue buat ngasi dia jagung, jagungnya gue bakar ae ke dapur.
Kata penutupnya apanih? Harus ‘sekian’ kah? Nggak kan ya? Sip.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar